Aplikasi Teknologi Dalam Infrastruktur Kota, Bikin Hidup Makin Nyaman

idgeekgirls_waspada-keadaan-darurat_panic-button_01

X-Igent

Seringkali kita mendengar bahwa kota dan provinsi di Indonesia belum mampu memenuhi potensi tertinggi nya. Nah, seringkali juga kita yang mendengarnya bingung sendiri, memang apa saja sih potensi di Indonesia?.

Biasanya potensi Indonesia yang ramai didiskusikan adalah potensi alam, potensi budaya dan potensi sumber daya manusia. Lalu untuk apa kita memaksimalkan potensi ini? Tentu saja untuk mendatangkan devisa masuk ke Indonesia karena kita butuh uang untuk membangun negara kita menjadi lebih baik.

Nah, sekarang, karena semakin nge-tren nya startup dibidang teknologi baik software maupun hardware di Indonesia, pemerintah Indonesia mulai melirik bidang teknologi dan internet sebagai salah satu potensi yang belum tergarap.

Buat kita yang biasa pakai teknologi dari luar negeri (coba yang suka pakai app buatan karya anak bangsa, comment donk kalian sukanya pakai app apa saja sih?) tentu makin penasaran. Apakah benar software atau hardware buatan anak bangsa berpotensi untuk mempermudah kehidupan kita dan juga bisa membantu meningkatkan kualitas infrastruktur kota dan kenyaman hidup?.

Pastinya bisa donk. Nggak percaya? Cek dulu deh yang ini.

idgeekgirls-blog-qlue-apps-indonesia

Qlue

Aplikasi yang pernah mendapatkan penghargaan dari Google Play Store “Karya Anak Bangsa” ini adalah aplikasi yang berfungsi untuk orang-orang melaporkan apapun yang berhubungan dengan fasilitas publik. Sementara baru mencakup wilayah DKI Jakarta, dan telah terintegrasi dengan program Jakarta Smart City.

Qlue menyebabkan munculnya petisi dari beberapa RT dan RW untuk menurunkan Bapak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari kursi gubernur DKI. Alasannya karena Ahok mewajibkan semua RT dan RT mengintegrasikan Qlue. Hihi, mungkin para Pak RT & RW nya takut dilaporkan warga kalau kerjanya nggak bagus ya.

Menurut testimonial beberapa pengguna, komplain yang diajukan melalui Qlue cenderung ditanggapi dan fasilitas umum yang rusak diperbaiki dengan lebih cepat. Bayangkan apabila aplikasi Qlue bisa digunakan di kota-kota lain di Indonesia. Hidup akan jadi lebih menyenangkan karena tidak ada lagi jalan bolong atau trotoar rusak atau lampu jalan mati. Cari Pokemon malam-malam? Siapa takut?.

Download Qlue: WebiOSAndroid

idgeekgirls_waspada-keadaan-darurat_panic-button_02

Panic Button

Panic Button, sebuah device yang dikembangkan para developer dari kota kembang Bandung, berupa tombol berwarna merah yang ditekan apabila terjadi keadaan darurat.

Terdiri dari 2 bagian: hardware dan mobile app, cara kerjanya cukup mudah. Geekgals cukup menyimpan beberapa nomor telepon yang akan langsung ditelpon secara otomatis oleh app panic button, apabila geekgals menekan tombol merah di hardware Panic Button. Kalau Qlue sudah terkoneksi dengan Jakarta Smart City, Panic Button sudah terkoneksi dengan Bandung Command Centre yang digagas Ridwan Kamil.

Sementara ini, Panic Button memang masih menyasar pengguna perseorangan. Menurut pengembangnya, mereka mengembangkan Panic Button agar orang dapat mudah melaporkan kebakaran atau kejadian kejahatan.

Bayangkan apabila tombol Panic Button ini bisa diaplikasikan di tempat-tempat umum di ruang publik. Orang-orang pasti akan dengan mudah melaporkan apabila ada kejahatan, kecelakaan atau kejadian darurat lainnya. Tidak perlu cari nomer telpon polisi atau ambulance dulu, sinyal bahaya terkirim langsung ke instansi terkait.

Baca juga: Waspada Keadaan Darurat Kotak Panic Button Ingin Menjadi Solusi Keamanan Indonesia

image: tempo.co

image: tempo.co

Smart Payment

Geekgals yang sudah pernah keluar negeri, apalagi kalau ke negara-negara maju, pasti pernah merasakan nyamannya menggunakan smart card. Umumnya kartu ini digunakan untuk naik MRT/Subway (kereta komuter bawah tanah). Tapi bisa juga digunakan untuk membayar bis, taksi, bahkan ada yang bisa dipakai berbelanja, membeli lagu dan film digital. Di beberapa negara yang sangat digital seperti Jepang dan Korea, berbelanja dengan menggunakan pulsa handphone bahkan sudah sangat umum dilakukan.

Indonesia juga sudah mengenal uang elektronik, dalam bentuk kartu dompet elektronik dan juga sistem potong pulsa. Sayangnya, sistemnya masih jauh dari kata terintegrasi.

Sampai dengan tahun lalu, untuk membayar tol menggunakan dompet eletronik kita harus menggunakan kartu yang diterbitkan bank tertentu. Untuk membayar trans Jakarta juga kartu dan bank nya berbeda lagi. Apalagi sistem potong pulsa juga masih sangat terbatas penggunaannya.

Bayangkan mudahnya hidup kita apabila sistem smart payment di Indonesia sudah terintegrasi. Kita tidak perlu punya banyak kartu atau punya banyak rekening beda-beda bank. Cukup satu kartu yang bisa dipakai dimanapun dari Transjakarta, kereta komuter, tol, bus, taksi, dan bisa ditopup di atm bank apapun atau di minimarket manapun.

Baca juga: Hidup Lebih Mudah Dengan Uang Elektronik

Sepertinya pekerjaan pemerintah Indonesia masih panjang ya Geekgals. Perkembangan teknologi yang sangat cepat mungkin menjadi salah satu faktor mereka hampir selalu ketinggalan, tapi kita juga tidak boleh pesimis.

Indonesia kini adalah salah satu negara dengan perkembangan startup teknologi tercepat di Asia. Jadi, yuk kita dukung teknologi-teknologi masa depan yang pastinya akan semakin mempermudah hidup kita.

Related Post

sissy

a geek with a brain full of creative thoughts who loves tea, chihuahua, pop-punk music, doodle illustrations and writing.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1