Sudah Punya Konten Berkualitas di Social Media? (part 2)

Sudah belajar dong ya kemarin tentang Identitas di Sosial Media. Nah, sekarang hal kedua untuk bisa serius di social media adalah memiliki konten yang menarik; Interesting Content.

Content is a king. Sering ketemu dong ya sama kalimat ini. Ya emang penting sih. Konten itu menjelaskan identitas kita juga. Apa yang kita tawarkan dan apa yang kita jago akan menunjukkan siapa kita. Rhoma Irama misalnya, pasti kontennya dangdut. Kalo jualan sepatu wedges, kontennya adalah foto-foto produksi sepatu, tips merawat sepatu. Kalo punya usaha make up artist, pasti kontennya tips-tips merias, atau review produk kecantikan, dan seterusnya. Konten membuat orang percaya dengan identitas yang kita bangun di field biografi social media. Nah, untuk menyusun konten yang menarik di Social Media, saya akan berikan 3 tips nih, yang pertama pastikan kontennya bermanfaat, tetep simple, dan bikin orang bergerak.

Berikan konten yang bermanfaat
Analogi kalo di tulisan pertama nih, kalo cowo bertato pengen PDKT sama cewe rocker, mungkin untuk cari perhatian di awal, dia akan ajak ngobrol tentang konser rock yang bakal kejadian di bulan ini. Biar ngobrolnya nyambung, kalo dia belum tau info konsernya, cowo bertato bisa nyeritain informasi harga tiket, lokasi dimana, ngobrol lagu favoritnya apa, dan seterusnya. Kan siapa tau bisa berujung nonton bareng 😀 So, pastikan kamu punya konten yang bermanfaat dan disukai sama target audience-mu. Konten yang bagus bisa jadi bahan ngobrol dan terkoneksi sama mereka. Buat mereka jatuh cinta dan suka sama konten kita. Kalo udah suka dan cocok sama informasinya, jangankan di-follow, kemungkinan konten kita di-Retweet, Share, di Reblog, di RePath, pasti lebih besar.

Ada beberapa brand dan personal yang idenya memanfaatkan “content based on trend“, jadi saat orang lagi hangat-hangatnya ngomongin sesuatu, kita ikutan, dan memberikan informasi tambahan yang bermanfaat seputar itu. Konten yang sedang trend berarti akan banyak dicari orang, ini bisa jadi strategi. Hanya saja, tetap yakinkan bahwa konten yang kita bikin ini bikin seneng target audience kita. Jangan salah sasaran ya.

Gunakan Bahasa yang Sederhana, Padat, dan tetep Fun.
TLDR ~too long didn’t read. Banyak banget nih kejadian kayak gini. Nggak cuma di social media kok. Saat kita ngobrol offline dengan orang, saat kita menulis email, pastikan kita menyampaikan maksud dengan sederhana dan nggak bertele-tele. Apalagi di social media; Twitter misalnya, cuma muat 140 karakter lho. Harus bisa meramu maksud dengan pilihan kata yang tepat. Kalo kamu detil ngeliatin akun Twitternya @liputan9, cek deh, mereka nggak akan bikin konten yang twitlonger. Kalo dihitung, kontennya nggak akan lebih dari 100 – 110 karakter, tujuannya agar masih ada space bagi pemirsanya untuk me-RT dan Komen.

Yang nggak kalah penting adalah tetep Fun. Fun di sini artinya positif, nggak misuh-misuh. Konten yang menebar kebencian hanya akan membawa aura negatif untuk pembaca kita. Semua orang suka yang positif, bahkan yang bisa bikin ketawa, nah makin nggak ada alasan deh untuk ngupdate konten-konten negatif.

Giring orang bergerak.
Call to action, bahasa kerennya. Konten yang bagus itu mampu untuk menggerakkan pembacanya. Seperti konten orasi bung Karno yang membakar semangat rakyat misalnya, rakyat Indonesia pada waktu itu jadi tergetar dan bersatu berjuang bersama. Nah, membuat orang bergerak itu bisa macem-macem, misalnya membuat orang jadi dateng ke post website kita untuk dapat informasi lebih lanjut, membuat mereka subscribe dengan mendaftarkan email mereka, atau bahkan untuk yang berbisnis di social media, bikin para pembacanya jadi kepengen dan deal sales.

Konten yang fungsinya menggiring orang untuk bergerak itu penting, tapi nggak mendominasi. Atur-atur ya proporsinya. Kan segala sesuatu yang kebanyakan itu pasti nggak baik. Kebanyakan tebar-tebar link post, nanti dikira bot. Kebanyakan nawar-nawarin barang, nanti jadi hardsell banget. Padahal kan social media, kalo diliat dari fungsi awalnya, adalah tempat untuk berinteraksi, tetep fun untuk ngobrol. Atur proporsi untuk tetap ngobrol-ngobrol ringan tentang info seputar hal yang disukai sama target audience. Bayangin aja, kalo kita lagi di-PDKT-in sama cowo, terus dia sering banget nanya “Kamu mau nggak jadi pacar aku”, sehari 7 kali ditanya pertanyaan yang sama. Bete nggak? Hehehe.

Nah itu dia tips bikin konten yang menarik di Social Media. Menurut kamu gimana, Geekgirls?

Baca juga:
Part 1: Identitas
Part 3: Interaksi

Fadilla Tourizqua

Fadilla Tourizqua. Dipanggil Ika. Sarjana Teknik Industri. Suka marketing, komunikasi, dan media. :)

You may also like...

2 Responses

  1. Gita says:

    Tips yang mantap nih.
    Tapi sekarang rasanya kok sudah terlalu banyak jumlah social media yang ada ya? Jadi bingung sendiri karena kebanyakan. :)

  2. ikazain says:

    Kak Gita,
    Terimakasih comment-nya ^^
    Pilih social media yang mana, itu sebenernya tergantung tujuannya. Kalo mau ngejar “cepet update” pilih Twitter, kalo mau ngejar kasi update yang rich media pilih Facebook, pilih yang agak private cuma sama 150 teman dekat pilih Path, dan seterusnya.

    Semoga membantu ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1