idGeekGirls Says: Gadget yang membuat kami menyesal membelinya adalah …

Ada dua macam belanja, belanja yang direncanakan dan belanja kompulsif yang tidak direncanakan alias lapar mata. Kebanyakan pembelanjaan adalah belanja kompulsif. Pendorongnya ada banyak: iklan, rekomendasi, diskon, produk seri terbaru, dst.

menyesal karena gadget_id geek girls says

Padahal, biasanya lapar mata ujung-ujungnya menyesal. Jadi idGeekGirls tanyakan kepada para geekgals:

Pernah nggak sih menyesal setelah membeli sebuah gadget?

Nia

Pernah dan sedang terjadi saat ini! gara2 kemaren mau ke luar negeri akhirnya memutuskan beli gadget yang “ramah di kantong” alias murah meriah..yaaa ternyata, meskipun ini brand yang lumayan buat laptop,tapi ternyata ngga untuk produk hp-nya.. baru 3 bulan tombol on/offnya macet dan..begitulah…. ga lagi2 deh beli yang ramah kantong, nabung buat beli yang ramah lingkungan aja deh..

Ria

hahahha semoga laptop gue nggak ngambek setelah gue posting ini. Gara2 harus segera lulus S1 dan hardisk laptop sebelumnya tiba-tiba pecah…mau nggak mau harus segera beli laptop baru…yang pada saat itu terpilihlah laptop “apel coak” putih dengan casing plastik.

Dari semua kebaikan keburukannya cuma satu…penyakit dari laptop ini adalah casing bawahnya yang terbuat dari karet (suka) mangap kalau kepanasan…literal mangap kaya sepatu rusak dan pas dibawa ke tempat servisnya ternyata kasus laptop saya termasuk kasus umum, dan di bengkel servis itu ada 2 laptop sejenis yang kasusnya lebih cihui…untuk casing bawah,laptop gue udah ganti 2 kali ( !) untungnya yang terakhir gratis. Yang lucu buat gue adalah pada saat terakhir kali gue servis, tempat servisnya memakai laptop yang sama dengan gue, dan laptop tersebut bagian bawahnya diselotip sekelilingnya…pada saat itu gue cuma berharap laptop gue kembali dengan cover bawah baru bukan cover berselotip.

Retha

Pernah..wkt beli ipad 3. Eeeh ga lama kemudian keluar ipad 4. Lain kali kudu lebih sabar nunggu biar uptodate gadget nya..hahaha

Fera

ga pernah karena biasanya gw suka menimbang-nimbang dulu fitur dan budget apa sudah sesuai dengan kebutuhan saat itu atau belum. sebelum membeli gadget biasanya gw cari review-nya dulu di internet, membandingkan gadget tersebut dengan gadget lain yang memiliki fitur sejenis, menanyakan ke teman2 sebagai referensi lain dan menyesuaikan dengan budget yang gw punya 🙂

Raddini

Pernaaaaah pas waktu februari lalu beli tablet samsung galaxy tab 2 wifi. Niat beli itu cuma buat baca ebook dowang jd memutuskan beli yg ga ada kartunya alias only wifi… seiring berjalannya waktu , rutinitas yg makin mobile, dan nyaman pake tab, belom juga sebulan nyesel deh beli gadget ini karna ga bisa internetan, baca email, main game kalo lagi di jalan 🙁

Ika

Nggak pernah ^^
Kebetulan setiap beli barang selalu dipertimbangkan dengan matang, sesuai kebutuhan. Kalo kantongnya belum menyesuaikan, ya berarti harus sabar sedikit menunggu lebih lama biar tertutup dan bisa beli. Gadget buat aku adalah asset, nggak sekedar gegayaan. Jadi persiapan beli dan jenis yang mau dibeli apa, itu bener-bener harus dipertimbangin dengan mateng. Salah beli, artinya buang waktu untuk jual lagi – beli lagi yang baru. Nggak hemat waktu, tenaga, dan uang. Oh ya, buat aku umur gadget itu biasanya 4 tahun. Kalo udah tahun ketiga, saatnya mulai cari gadget pengganti dan menyiapkan budget untuk membelinya.

Sissy

Pernah! Mungkin gw lebih bodoh daripada keledai karena penyesalan ini terjadi 2 kali, dengan jenis barang yang sama, dan kasusnya juga sama X( Barangnya: Headphone warna putih. Pertama kali gw beli headphone merk SC langsung pilih warna putih, karena tertarik dengan bantalannya yang replaceable, ada yang bahannya kulit dan yang bahannya bulu.

Nggak nyadar kalo si SC udah mulai buluk, beliin headphone baru buat hubby. Kali ini merk-nya UE, dan karena dia maunya warna putih, ya putihlah. Dan ternyata si UE ini karena bahan utamanya adalah kain, langsung buluk hanya dalam waktu beberapa minggu. Akhirnya sekarang kita berdua punya headphone putih yang buluk, nggak bisa dicuci dan bantalan kulitnya mulai retak-retak. Tips aja sih, kalau masih ada warna lain, jangan pernah beli headphone putih. Rugi abis.

Related Post

sissy

a geek with a brain full of creative thoughts who loves tea, chihuahua, pop-punk music, doodle illustrations and writing.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1