Apakah Perempuan Boleh Menjadi Pintar Sekaligus Cantik?

Marissa Mayer menjadi model majalah Vogue. Akhirnya seorang CEO berhasil tampil di majalah yang didominasi oleh para model dan selebriti ini. Pasti banyak diantara geekgals, termasuk juga idGeekGirls, merasa bahwa ini adalah sebuah kemajuan besar bagi para pemimpin perempuan di seluruh dunia. Ternyata, yang didapatkan oleh Ms. Mayer justru kecaman bahwa ia kembali membuat para perempuan dinilai hanya berdasarkan tampilan fisik.

marissa mayer vogue_id geek girls blog

idGeekGirls sendiri merasa Marissa Mayer memiliki agenda tersembunyi dengan kemunculannya di majalah Vogue. Seperti diberitakan oleh CNN, foto-foto Ms. Mayer tersebut disertai dengan artikel sepanjang 3000 kata (wow!) yang berfokus pada kesuksesannya sebagai CEO Yahoo! dan visi pribadinya sebagai seorang perempuan yang berkecimpung di dunia pria. Jelas diluar rencana apabila hasil akhir foto-fotonya sangat indah, sehingga dianggap mencuri perhatian dari artikelnya.

Selain itu, sebagai seorang CEO jelas Marissa Mayer membutuhkan pengakuan. Pengakuan yang sama seperti saat Richard Branson memamerkan balon udaranya atau Donald Trump memamerkan kesuksesan acara TV The Apprentice. Ms. Mayer sudah pernah tampil di cover majalah Fortune, kini dengan tampil di majalah Vogue ia mendapatkan pengakuan bahwa ia pandai, berpengaruh sekaligus berpenampilan menarik. Terdengar seperti harapan setiap perempuan bukan?.

Adalah kenyataan bahwa industri teknologi dan digital, industri dimana Marissa Mayer menjadi seorang CEO Yahoo!, dan industri dimana kebanyakan geekgals bekerja setiap hari, masih merupakan dunia yang dikuasai laki-laki. idGeekGirls merasa bahwa mereka yang tidak setuju dengan langkah Ms. Mayer tampil di Vogue tidak ingat bahwa dengan menjadi CEO maka setiap orang membutuhkan penampilan yang menjadi ciri khas mereka, diluar apakah mereka seorang perempuan atau laki-laki. Penampilan ciri khas itulah yang membuat mereka mudah diingat orang lain.

Tampaknya adalah kebetulan apabila para CEO laki-laki memilih kostum yang cenderung down to earth. Steve Jobs dengan turtleneck hitam dan celana jeans birunya, serta Mark Zuckerberg dengan sandal adidas dan sweater ber-capuchon. Sangat kontras dengan Marissa Mayer yang adalah seorang penggemar high fashion dan penggemar berat rancangan Marc Jacobs. Ia selalu konsisten mengenakan designer stuffs from head to toe. Demikianlah orang-orang di Sillicon Valley mengingat Ms. Mayer.

Marissa Mayer sendiri banyak diberitakan oleh media massa sebagai perempuan kuat. Setelah menerima jabatan sebagai CEO Yahoo! pada saat sedang mengandung, Ms. Mayer juga diberitakan hanya mengambil cuti melahirkan selama dua minggu (yang dalam beberapa media tidak disebutkan sebagai cuti, melainkan sebagai bekerja di rumah). Setelahnya, Ms.Mayer membuat beberapa peraturan yang banyak ditentang kaum ibu pekerja, diantaranya yang paling kontroversial adalah melarang adanya pekerja paruh waktu dan long distance worker yang bekerja dari rumah. Marissa Mayer sendiri dikabarkan membangun nursery room disebelah ruang kerjanya, agar ia bisa bekerja full time di kantor.

idGeekGirls rasa mungkin permasalahan sebenarnya adalah banyak sekali perempuan pekerja di Amerika Serikat yang merasa dianggap tidak serius oleh kolega laki-lakinya. Diluar apakah benar penyebabnya adalah wajah dan penampilan yang cantik, sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa kebanyakan orang Amerika menganggap gadis pirang adalah bodoh. Mungkin, ada tekanan sosial yang menganggap bahwa cantik=bodoh dan tidak cantik=pintar. Kini ada seseorang yang membuktikan dengan terbuka bahwa perempuan cantik juga bisa pintar.

Untunglah idGeekGirls sendiri tidak begitu merasakan nuansa seperti itu di Indonesia. Walaupun jumlah CEO perempuan atau pekerja perempuan di bidang teknologi tidak begitu banyak, tetapi idGeekGirls bertemu banyak kolega laki-laki yang sangat suportif dengan pemimpin perempuan. Sepertinya idGeekGirls akan mengikrarkan diri sebagai Marissa Mayer fans deh. Ada yang mau ikutan?.

Source: CNN
Source: CNN

Related Post

sissy

a geek with a brain full of creative thoughts who loves tea, chihuahua, pop-punk music, doodle illustrations and writing.

You may also like...

1 Response

  1. Vina says:

    Kenapa ya kalau ada perempuan menonjol dan sukses kok pasti ada aja deh suara-suara miring, entah suara miring terang-terangan atau suara miring bisik-bisik.
    Kalau ada perempuan yang cantik dan sukses, pasti deh suara miring menuduh itu kesuksesan disebabkan karena kecantikan.
    Perempuan cantik dan sukses, itu adalah 2 hal berbeda.
    Janganlah terlalu kolot deh, sekarang sudah tahun 2013.
    Jadi esmosis nih…. Wkwkwk….. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1