Hak Cipta Di Era Digital: Free, Royalty, Restricted (part 1)

Mari kita berandai-andai. Geekgals punya resep cupcake andalan. Saking bangganya, geekgals suka membuat banyak untuk dibagi-bagi ke teman-teman kampus. Geekgals juga dengan senang hati membagi resepnya ke teman-teman. Tidak disangka, setelah lulus, salah satu teman geekgals membuka toko cupcake, dan resep andalan geekgals menjadi salah satu yang dijual. Kesal donk. Tapi ketika ditanya, tanggapannya “Kalau nggak mau ditiru, ya resepnya jangan dibagi-bagi donk.”

hak cipta_id geek girls blog

idGeekGirls yakin, geekgals semua membayangkannya saja pasti kesal sekali bukan. Walaupun mungkin tidak mengharapkan bagian pendapatan, tapi geekgals ingin sedikit pengakuan sebagai pencipta resep cupcake tersebut. Nah, itulah yang disebut hak cipta. Hak yang didapatkan seseorang karena dia menciptakan sesuatu. Hak cipta ini berlaku pada segala sesuatu yang ada di dunia nyata dan dunia maya. Tanpa sadar, kita seringkali menjadi di pencuri karena mengambil sebuah karya dari internet tanpa izin pemilik hak ciptanya.

Semua pemilik hak cipta sebenarnya memiliki kekuatan hukum untuk menyeret pengguna karya mereka yang tidak memiliki izin ke pengadilan. Beruntunglah bagi para pencuri, Indonesia bukanlah negara yang memiliki aturan ketat mengenai penggunaan karya yang terdapat di Internet. Karena semakin banyaknya kejadian pencurian hak cipta dari karya pekerja kreatif di internet, idGeekGirls jadi gatal untuk membahas nih. Tapi karena lumayan banyak, jadi akan dibagi menjadi beberapa bagian yang bersambung. Untuk bagian pertama ini kita bahas dulu mengenai penggolongan hak cipta. Secara umum hak cipta di industri kreatif biasanya dibagi menjadi tiga kategori:

Free To Use

Di dunia ini tidak ada yang gratis. Tapi terkadang, geekgals bisa menemukan karya yang berstatus Free To Use di internet. Karya yang dinyatakan Free To Use sangatlah sedikit (hampir tidak ada) kalaupun ada biasanya merupakan produk promosional dari sebuah brand. Maksud dari Free To Use adalah karya tersebut boleh digunakan oleh siapa saja, baik untuk keperluan pribadi maupun komersial.

Saran idGeekGirls sih sebaiknya berhati-hati apabila geekgals menemukan karya yang berstatus Free To Use. Seringkali karya tersebut merupakan curian dari website lain, atau mengandung virus yang bisa merusak gadget geekgals.

Creative Commons

creative commons_id geek girls blog

Sebagian besar, mungkin lebih dari 90% karya di internet, menggunakan perlindungan hak cipta jenis ini. Dalam bahasa Indonesia kadang disebut juga Bebas Dengan Royalti, Bebas Terbatas atau Bebas Bersyarat.

Karya yang berstatus Creative Commons, boleh digunakan untuk keperluan pribadi, tetapi harus mendapatkan izin dari pemilik hak cipta untuk penggunaan secara komersial yang akan menghasilkan uang bagi penggunanya. Royalti disini tidak selalu berarti uang. Bisa saja sang pemilik royalti hanya menginginkan nama dan alamat webnya tertera sebagai keterangan pemilik hak cipta.

Restricted

Karya yang berstatus Restricted biasanya sangat mudah dikenali. Karya yang diberi watermark atau signature pemilik file hampir bisa dipastikan berstatus hak cipta Restricted. Geekgals juga biasanya dengan mudah menemukan keterangan siapa pemilik karya tersebut dan kemana geekgals harus menghubungi apabila ingin menggunakan karya tersebut.

Karya yang berhak cipta restricted biasanya adalah milik orang atau brand lain dan dilindungi secara hukum. Pekerja kreatif yang meletakkannya di internet biasanya hanya berstatus sebagai kreator, dan hanya memiliki hak sebatas meletakkannya dalam portfolio pribadi. Pekerja kreatif yang bekerja sebagai pekerja inhouse atau freelancer biasanya memiliki banyak sekali karya dengan status Restricted.

Karya yang berstatus hak cipta Restricted biasanya tidak bisa digunakan oleh siapapun dengan alasan apapun. Bahkan apabila geekgals ingin menggunakannya untuk kepentingan pribadi, geekgals harus mengontak ke pekerja kreatif pembuatnya, dan apabila diizinkan pun mereka biasanya akan meminta keterangan dari nama pembuat karya, nama pemegang hak cipta dan status hak cipta tertera dengan jelas.

Tanpa aturan hukum yang jelas, sebenarnya kita semua di Indonesia bisa seenaknya menggunakan karya orang lain. Apabila pemilik hak ciptanya marah, masalah bisa diselesaikan dengan satu kata “maaf” bahkan kita bisa juga balik menyerang dan menyalahkan seperti di kasus lomba photo yang diadakan Samsung. Tapi bagi idGeekGirls, itu membuat kita menjadi pribadi yang sangat tidak menghormati orang lain bukan?. Bagaimana pendapat geekgals? share sama yuk.

Image: PetaPixel

Related Post

sissy

a geek with a brain full of creative thoughts who loves tea, chihuahua, pop-punk music, doodle illustrations and writing.

You may also like...

2 Responses

  1. Andi Muqsith says:

    wahh tulisannya keren banget, cara menulisnya informatif banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1