Interaksi di Social Media? Penting! (part 3)

Artikel ini adalah artikel terakhir dari seri Social Media 101 dari @idgeekgirls. Kali ini, penulis Ikazain duet bareng Nugie dalam menyelesaikan artikel ini. Enjoy ya!

interaction-designers

Udah bikin identitas yang jelas, dan udah bikin konten yang menarik juga, tapi kalau kamu nggak pernah berinteraksi sama audiens kamu, nggak ada gunanya. Nah, karena itu sekarang kita mau belajar nih gimana cara meningkatkan interaksi di media sosial.

Interaksi ini penting banget. Bahasa gampangnya: ngobrol. Sama kayak di kehidupan nyata aja, di mana kita harus berinteraksi dengan orang lain, sama pacar,  keluarga, temen kantor, mantan, bahkan orang asing yang nggak kita kenal sekalipun. Tujuannya? Tergantung. Bisa untuk sekedar temen ngobrol atau berbagi cerita, menyampaikan dan menanyakan informasi, ngajak balikan, atau meminta bantuan. Well, interaksi di media sosial sedikit banyak seperti itu juga. Konten dan identitas yang udah kita buat, harus terus dikomunikasikan ke target audience. Best practice-nya, effort untuk bangun konten dan identitas itu 30% aja dari total effort, 70%-nya gencar berinteraksi untuk mengkomunikasikan apa yang sudah dibangun.

Alasan utama kamu harus berinteraksi di media sosial adalah untuk mendapatkan dapetin perhatian dan recognition dari audiens kamu. Audiens nggak akan ngeh keberadaan kita kalau kita nggak mention mereka, sementara konten-konten yang kita buat akan dengan mudah tenggelam di lautan timeline dan news feed. Kita butuh sentuhan personal, butuh jemput bola, butuh membiarkan mereka tau siapa kita dan sebagus apa solusi dan konten yang kita punya. Effortnya memang besar dan harus terus kontinyu, jangan sampai hari ini kita aktif ngobrol, tapi baru nongol lagi bulan depan. Basi banget. Apalagi di Twitter, dimana issue bergulir cepet banget. Challenge-nya adalah, gimana caranya identitas atau konten kita, bisa selalu nyambung sama issue yang lagi bergulir. Kita salut banget sama tim-nya Oreo untuk hal ini.

Nah, sekarang bagian praktek nih. Biar nggak kebanyakan teori dan langsung bisa diaplikasikan, ini dia beberapa tips yang bisa langsung dicaoba untuk menciptakan interaksi antara kamu / brand kamu dengan audiens.

  1. Jangan hanya sibuk bikin dan bikin skedul konten. Sediakan waktu untuk duduk tenang dan membaca timeline atau news feed akun media sosial kamu. Tanggapi audiens, ikutlah dalam perbincangan mereka, terutama yang menyangkut dengan spesialisasi kamu. Misalnya, kamu adalah seorang travel-agent. Tanggapi pertanyaan-pertanyaan audiens (meski nggak mention kamu) dengan memberikan informasi yang dibutuhkan. Interaksi juga bisa dilakukan dengan Like atau Retweet, meski dengan orang yang nggak kenal sekalipun. Kita sendiri tertarik kan jika ada yang retweet tapi kita nggak kenal. Seenggaknya kita klik username-nya, dan lihat biodatanya secara sekilas. Kalau tertarik, kita bakal follow akun itu
  2. Bagikan konten dari orang lain. Di Facebook dan Twitter, kamu bisa langsung mention dia. Di blog, kamu bisa memberikan link ke sebuah artikel tertentu yang menjadi bahan rujukan artikel kamu. Kalau perlu, Reblog sekalian. Si pemilik blog juga akan mendapatkan notifikasi jika ada yang menyambungkan artikelnya dan reblog artikelnya
  3. Jangan nunggu orang ngobrol sama kamu, mulailah pembicaraan itu. Kamu bisa mention orang secara spesifik dengan mention dia. Atau kalau nggak, lemparkan saja sebuah pertanyaan kepada forum. Buat pertanyaan / bahan pembicaraan yang menarik, sehingga audiens tergerak untuk merespon.
  4. Linked them all. Hubungkan akun twitter kamu ke facebook, instagram ke twitter, dan sebagainya. Kalau perlu, mintalah bantuan beberapa kenalan atau teman kamu yang memiliki koneksi luas untuk memulai interaksi terhadap konten tersebut. Ini akan memancing user lain untuk ikutan nimbrung.
  5. Kenali Key Opinion Leader di bidangmu. Kalo punya bisnis travel agent, cek siapa aja travelers yang main di twitter, apalagi yang udah punya nama dan follower banyak. Coba engage dan intensif ngobrol sama mereka. Nggak perlu nyamber langsung jualan servis. Just goofing around. Dengan beberapa kali mensyen aja, dia pasti notice akan keberadaanmu. Layaknya lagi pdkt ke gebetan aja, kalo tiap lewat kita senyumin, lama-lama kan dia notice tuh sama kita 😀

Gimana, udah ngerti dong sekarang pentingnya interaksi di media sosial. Tips-tips ini bisa diterapkan untuk akun personal kamu maupun akun perusahaan / brand kamu. Kalau udah coba, bisa ya di-share ke kita hasilnya gimana. Semangat! 😀

Baca juga:
Part 1: Identitas
Part 2: Konten

Related Post

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1