Girls, Matematika Itu Asyik Lho.

girls-love-math_id-geek-girls-blog_1

Kalau geekgals membaca tweet berbunyi “yang benci matematika retweet”, apakah mungkin geekgals adalah salah satu yang langsung klik retweet?. Kalau idGeekGirls sih sudah siap berbaikan dengan matematika. Alasannya terutama karena di era teknologi dan digital sekarang ini, bisa matematika itu dijamin memperluas bidang pekerjaan yang bisa kita masuki setelah lulus kuliah.

Bidang teknologi digital membutuhkan programming dalam untuk berbagai media. Bukan cuma app di gadget atau website saja yang butuh programming. Tapi, kendaraan dan mesin pabrik pun membutuhkan programming. Yang digunakan dalam pemograman memang bukan matematika dasar. Tetapi pemahaman dan logika matematika dibutuhkan untuk memahami bagaimana cara program bekerja dan bereaksi, bagaimana memberi perintah kepada program, dan bagaimana menulis bahasa pemograman dengan logika yang dapat dipahami oleh komputer, dan outputnya dapat dipahami oleh manusia.

Bahkan bidang animasi, game dan design yang dahulu dianggap sebagai seni, kini harus mengaplikasikan matematika.

girls-love-math_id-geek-girls-blog_2

Pembuatan semua game dan animasi 3D selalu melibatkan programming, sehingga tentu saja membutuhkan pengetahuan matematika. Tanpa matematika, burung di game Angry Birds akan melayang kemana-mana tanpa sudut yang jelas. Tanpa matematika, rambut putri Merida di film Brave akan kaku dan tidak akan melayang alami pada saat dia berlari.

Diluar sangka banyak orang, sosial media adalah bidang yang sepenuhnya mengenai analisis data matematika. idGeekGirls sudah membagi pernah tips & trik untuk eksis di sosial media. Tetapi, apabila geekgals ingin bekerja di bidang sosial media pekerjaan geekgals bukanlah meng-update facebook atau twitter. Pekerjaan utama geekgals adalah menghitung dan menganalisa data yang didapatkan dari akun sosial media klien geekgals. Berapa persen pertumbuhan facebook like-nya, berapa persen retweet di twitter-nya. Semuanya dalam angka.

Tanpa disadari, hampir semua bidang pekerjaan lebih menghargai orang yang memahami matematika. Ibu geekgals pasti lebih menyukai pembantu yang jago menghitung. Pegawai retail yang jago matematika biasanya akan naik pangkat lebih cepat. Bahkan geekgals yang bekerja di bidang marketing atau HRD pun cepat atau lambat akan menemukan dirinya berkutat dengan perhitungan matematika, misalnya untuk menghitung budget.

Kalau matematika sepenting ini, kok bisa ya kita benci sama matematika. Menurut idGeekGirls, kebencian pada matematika dimulai semenjak kita masih duduk di bangku sekolah.

girls-love-math_id-geek-girls-blog_4

Sistem pendidikan di Indonesia yang cenderung masih menekankan pada hapalan dan bukan pemahaman. Padahal, matematika adalah bidang yang membutuhkan logika dan pemahaman. Di lain pihak, sebagai mata pelajaran wajib nilai matematika tidak boleh merah. Kalau sampai merah tidak naik kelas. Makinlah matematika menjadi mimpi buruk. Tanpa sadar, ketakutan terhadap matematika ini kita tularkan kepada adik, sepupu, keponakan dan anak kita di masa yang akan datang.

idGeekGirls sendiri tersadarkan setelah membaca artikel yang ditulis Ms. Cynthia Stoddard, senior vice president sekaligus chief information officer (CIO) dari NetApp. Artikel berjudul “Why We MUST Tell Young Women Math Is Cool” ini menceritakan hal-hal positif yang terjadi dalam hidupnya karena kecintaannya pada matematika.

girls-love-math_id-geek-girls-blog_3

Sayangnya, dalam dunia perempuan, Ms. Stoddard mungkin sebuah anomali. Bukan rahasia apabila jumlah perempuan di bidang teknologi sangatlah sedikit. Linda Palmer, pencetus kampanye Little Miss Geek saja mencatatkan bahwa:

di Inggris yang merupakan salah satu negara termaju di dunia, hanya 17% pekerja di bidang teknologi adalah perempuan, dan jumlah ini terus menurun 0,5% setiap tahunnya.

Walau belum pernah ada penelitian yang pasti, tampaknya situasi di Indonesia juga tidak jauh berbeda dengan di Inggris.

Kalau perempuan Indonesia takut terus sama matematika, kapan industri teknologi Indonesia akan maju?. Mudah-mudahan, seperti juga idGeekGirls, geekgals siap memantapkan diri untuk berbaikan dengan matematika. Mudah-mudahan (lagi) dengan begitu akan muncul banyak programmer dan CTO (Chief Technical Officer) perempuan Indonesia. Setuju?.

Source: Forbes

sissy

a geek with a brain full of creative thoughts who loves tea, chihuahua, pop-punk music, doodle illustrations and writing.

You may also like...

4 Responses

  1. Vina says:

    Yup, matematika sangat menyenangkan.
    Hanya sayang sistem pendidikan di Indonesia terlalu kaku, sehingga menjadikan mata pelajaran matematika sebagai sebuah momok yang menakutkan. :(

    • sissy says:

      Setuju. Wah, kayaknya Kak Vina suka banget sama matematika ya?. Share donk kak pengalaman indahnya bersama matematika 😉

      • Vina says:

        Pernah baca artikel kalau suka matematika bikin otak jadi encer.
        Tetapi memang sih nilai matematika ku nggak bagus-bagus amat.
        Qiqiqi…. Jadi malu sendiri….. 😛

  2. Ira says:

    Benar sekali karena matematika tidak sekedar berhitung namun juga mengasah logika dan kemampuan untuk memecahkan masalah :) itulah mengapa matematika sangat penting :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1