Restoran Berubah Menjadi Sirkus, Konsumen Dilarang Mengambil Foto Makanan Saat Bersantap

Berita buruk bagi semua geek fotografi yang gemar mengabadikan menu yang mereka makan di restoran. New York Times memberitakan bahwa beberapa restoran di New York, Amerika Serikat, mulai memberlakukan larangan mengambil foto makanan selama bersantap di restoran tersebut. Dan bukan tidak mungkin langkah ini akan ditiru oleh restoran lainnya diseluruh dunia.

Berdasarkan cerita para chef, kelakukan beberapa fotografer ini memang keterlaluan. Ada yang mengambil foto menggunakan kamera besar semacam DSLR, ada yang terus menerus mengambil foto selama makan, ada yang mengambil foto menggunakan lampu kilat (flash), ada yang menggunakan tripod kecil di meja, bahkan ada yang sampai naik ke atas kursi untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar terbaik.

id geek girls blog_restoran melarang foto

idGeekGirls belum pernah sekalipun bertemu dengan penggemar fotografi yang seperti itu. Tentu saja idGeekGirls paham perasaan para chef yang pastinya sebal karena restoran mereka berubah menjadi studio foto dadakan. Dengan melarang konsumen mengambil foto selama bersantap, mereka memegang kendali untuk mempertahankan kenyamanan suasana di restoran. Tapi, mereka juga jadi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan promosi gratis dari foto-foto hidangan mereka yang disebar di internet.

Yang lebih buruk adalah beberapa konsumen merasa dipermalukan oleh chef di restoran tempat mereka makan karena ditegur langsung saat mereka mengambil foto. Banyak dari mereka merasa tidak mengganggu konsumen lain karena mereka mengambil foto menggunakan mobile phone, tidak menggunakan kamera DSLR atau lampu kilat. Kekecewaan yang bisa berujung menjadi komentar negatif di jejaring sosial.

idGeekGirls rasa, apabila memang harus melarang konsumen untuk mengambil foto makanan selama bersantap, bisa diberitahukan pada saat konsumen memasuki restoran atau pada saat pegawai restoran menerima pesanan konsumen. Tanda dilarang berfoto juga bisa diletakkan di pintu masuk, di meja atau bahkan di menu.

Tapi idGeekGirls tentu lebih senang apabila pemilik restoran mengakomodasi hobi para penggemar fotografi makanan ini dengan solusi yang lebih win-win solution. Misalnya dengan memberikan potongan harga kepada konsumen yang men-tweet atau meng-update status jejaring sosial mereka dengan hasil foto makanan dari restoran tersebut. Karena siapapun tahu, ini adalah salah satu bentuk promosi gratis. Tanpa harus membayar buzzer atau mengadakan quiz, foto makanan yang membuat lapar mata tersebar di antara ratusan bahkan ribuan orang di jejaring sosial. Bukan penawaran yang mengecewakan bukan?.

source: New York Times

Related Post

sissy

a geek with a brain full of creative thoughts who loves tea, chihuahua, pop-punk music, doodle illustrations and writing.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1