Hak Cipta Di Era Digital: Karir Menentukan Hak Cipta (part 2)

Jadi geekgals sekarang sudah paham nih mengenai penggolongan hak cipta digital. Mungkin juga sudah jago membedakan mana yang Free To Use, Creative Commons atau Restricted. Tapi, pada suatu pagi yang indah, Geekgals datang ke tempat kerja dan menemukan surat peringatan di meja kerja. Di isinya tercantum bahwa geekgals sudah “menyebarkan rahasia perusahaan”. Apa? Yang mana? Rasanya nggak pernah deh!.

Kejadian ini sering sekali terjadi pada perusahaan di Indonesia. Maklum, hak cipta tidak pernah menjadi bahan pelajaran wajib baik di bangku sekolah maupun kuliah. Padahal hak cipta dan hak penggunaan aset digital seringkali sangat terkait dengan pilihan karir geekgals.

In-House

in-house_id-geek-girls-blog

Istilah in-house umum digunakan di industri kreatif untuk menyebut para pekerja yang menjadi pegawai tetap dan pegawai kontrak di sebuah perusahaan. Para pekerja in-house biasanya terikat dalam sebuah kontrak yang sangat mengikat dan berkekuatan hukum bahkan dalam jangka waktu tertentu setelah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.

Kontrak untuk pekerja in-house biasanya memiliki point seperti “hak cipta”, “kerahasiaan”, “kompetisi” dan “jangka waktu mengikat”. Intinya, pekerja in-house tidak boleh menyebarkan data apapun dari dalam perusahaan tempatnya bekerja kepada siapapun dengan cara bagaimanapun. Lalu selama 1-3 tahun setelah kontrak berakhir, pekerja in-house masih terikat dengan point “kerahasiaan” ditambah tidak boleh bekerja di perusahaan saingan.

Pekerja in-house juga umumnya sama sekali tidak memiliki hak cipta dan hak penggunaan dari hasil kerjanya. Setelah mengundurkan diri pun, seluruh hasil kerja di perusahaan yang lama baru bisa dimasukkan dalam portfolio setelah 1-3 tahun masa mengikat tersebut berakhir.

Freelancer & Outsource

freelance_id-geek-girls-blog

Freelancer dan outsource sama-sama pekerja yang dikontrak untuk mengerjakan satu proyek pekerjaan saja. Perbedaannya adalah freelancer merupakan perseorangan, sedangkan outsource merupakan tim atau perusahaan. Freelancer dan outsource umumnya terikat dalam kontrak yang tidak terlalu mengikat dibandingkan pekerja in-house.

Freelancer dan outsource umumnya juga menerima kontrak dengan point-point yang sama dengan pegawai in-house, bedanya adalah pada isinya. “Kerahasiaan” biasanya terbatas pada data yang diberikan klien. Freelancer dan Outsource tidak mendapatkan hak cipta, tetapi biasanya diberikan hak penggunaan hasil karya didalam portfolio dengan mencantumkan nama klien. Portfolionya sendiri akan berstatus Restricted bagi orang lain. Tidak ada point “jangka waktu mengikat” di dalam kontrak freelancer dan outsource, kecuali apabila mereka dikontrak ekslusif oleh hanya satu klien.

Walau terkesan lebih bebas, sebenarnya freelancer dan outsource hanya diperbolehkan untuk mempublikasikan karya yang sudah dipublikasikan oleh klien yang memiliki hak ciptanya. Bagaimana apabila proyeknya dibatalkan?. Maka harus ada surat pernyataan tertulis dari klien yang memberikan izin publikasi kepada freelancer dan outsource.

Innovator

innovator-steve-jobs-ipad_id-geek-girls-blog

Menjadi innovator tentu pilihan yang sangat menyenangkan untuk geekgals yang tidak mau pusing. Pada saat geekgals menciptakan sebuah produk, geekgals menjadi pemilik hak cipta mutlak dari produk atau aset tersebut. Apabila produk atau aset tersebut diciptakan oleh beberapa orang, maka semuanya memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tapi tentu saja tidak akan benar-benar lepas dari keruwetan hak cipta.

Memiliki hak cipta, berarti geekgals harus mengawasi dan menjaganya. Sudah bukan rahasia bahwa sebagian besar pegawai di Indonesia tidak membaca kontraknya, lantas membawa rahasia produk, aset dan perusahaan saat mereka pindah kerja ke perusahaan lain. Kasus banyak terjadi di industri kerajinan tangan (craft) atau kuliner. Mungkin geekgals pernah makan di sebuah restoran baru yang punya menu mirip dengan restoran lain yang sudah lebih dulu terkenal?. kemungkinan terbesar adalah chef restoran yang pindah kerja dan membawa serta resep masakan andalan dari tempat kerja lamanya.

 

Usut punya usut, ternyata “menyebarkan rahasia perusahaan” yang geekgals lakukan adalah sebuah foto dari ruang rapat kantor geekgals yang dipamerkan oleh geekgals di social media. Fotonya sih biasa saja, tapi didalamnya ternyata papan tulis di ruang rapat ikut terfoto. Dan di papan tulis, ada diagram rencana marketing perusahaan untuk bulan depan. Nah, rencana marketing itulah rahasia perusahaan yang tidak sengaja geekgals bocorkan.

Mudah-mudahan, artikel yang panjang ini membantu geekgals makin paham tentang hak cipta. Jadi, geekgals mau pilih karir yang mana nih?

Related Post

sissy

a geek with a brain full of creative thoughts who loves tea, chihuahua, pop-punk music, doodle illustrations and writing.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1