Mink, Printer Kosmetik Pertama di Dunia Diperkenalkan

Sepertinya berita yang berhubungan dengan printer tidak pernah ada habisnya. Kali ini Grace Choi, seorang Harvard Graduate, menawarkan produk ciptaannya sebuah printer bernama Mink yang dapat mem-print kosmetik.

grace-choi_mink_idgeekgirls_cosmetic_technology

Grace melakukan pitching printer Mink di hadapan empat orang investor di acara tech Cruch Disrupt. Latar belakang pembuatan Mink adalah karena Grace merasa perempuan masa kini disetir oleh industri kosmetik.

Menurut Grace, industri kosmetik yang bernilai milyaran dolar pertahun, sebenarnya hanyalah industri yang menjual warna. Industri kosmetik hanya akan menjual masal warna tertentu yang pasaran. Sebagian warna yang unik dan keren sengaja tidak dijual masal untuk kemudian ditawarkan dengan harga puluhan kali lipat oleh brand premium, misalnya Sephora.

Baca juga: Michelle Phan Sang Youtube Makeup Guru

Dengan printer Mink, setiap orang bisa mencetak make-up nya sendiri. Cukup menggunakan program desain yang memiliki fitur color picker, pilih warna dari gambar apapun, lalu print. Grace yakin bahwa walaupun masih prototype, Mink akan sanggup mem-print apapun, mulai dari foundation, lipstick, eyeshadow, blush-on hingga eyeliner.

Grace mengakui bahwa untuk demonstrasi Mink, ia meng-hack sebuah printer inkjet yang tersedia di pasaran, dan Mink juga masih dalam tahap penyempurnaan produk. Grace juga masih tidak yakin bagaimana Mink akan dapat mencetak berbagai kosmetik dengan tekstur yang berbeda, misalnya lipstik dengan eyeshadow, karena akan membutuhkan bahan dasar yang berbeda.

Baca juga: Berhemat Dan Buang Kebiasaan Buruk Dengan Kick My Habits

Walaupun demikian, ia meyakinkan walaupun harus mengganti-ganti chip printer untuk bahan dasar kosmetik dan menggunakan tinta khusus yang aman bagi manusia, mencetak make-up menggunakan Mink akan tetap jauh lebih murah dibandingkan belanja kosmetik brand premium.

Buat idGeekGirls, printer Mink yang rencananya akan ditawarkan oleh Grace Choi seharga US$300 (sekitar Rp.3.300.000 dengan kurs Rp.11.000) cukup masuk akal. Akan tetapi, seperti juga printer lainnya, biaya yang lebih besar justru harus dikeluarkan untuk tinta dan dalam kasus Mink tentu saja untuk bahan dasar kosmetiknya. Mink akan menjadi pilihan yang bagus untuk geekgals yang hobi mengganti-ganti warna kosmetik, tapi buat geekgals yang setia pada satu warna atau merk mungkin Mink tidak menarik. Bagaimana pendapat geekgals?.

 

 

Source: Huffington Post

Related Post

sissy

a geek with a brain full of creative thoughts who loves tea, chihuahua, pop-punk music, doodle illustrations and writing.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1