Perusahaan Mulai Mengintip Akun Jejaring Sosial Para Calon Pegawai

Hidup jauh lebih mudah saat jejaring sosial belum populer. Ada masanya dimana kebanyakan orang tergabung dalam lingkaran sosial yang berbeda-beda, misalnya: lingkaran teman party, lingkaran teman bikin tugas, lingkaran teman dengan hobi yang sama, dst. Sistem seperti ini biasanya memiliki aturan tidak resmi “teman di lingkaran yang lain tidak perlu tahu saya ini orang yang seperti apa saat sedang bersama teman dari lingkaran lainnya”.

Pada saat jejaring sosial populer, seluruh lingkaran ini melebur, dan semua teman berkumpul di satu-dua jejaring sosial paling populer. Membatasi diri pun semakin sulit, dan banyak sekali postingan ‘berbahaya’ berseliweran di jejaring sosial. Tidak jarang, status update ini merupakan bullying kepada seseorang. Sedikit diketahui, bahwa kini semakin banyak perusahaan yang mengintip akun jejaring sosial para pelamar sebelum memutuskan apakah akan memanggil calon pegawai tersebut atau tidak.

Sebelum menuduh bahwa para perusahaan ini kaku atau paranoid, mungkin sebaiknya kita melihat juga dari sudut pandang perusahaan tersebut. Fakta yang dirangkum oleh onlineclasses.org adalah:

79% perusahaan akan mengintip akun jejaring sosial calon pegawainya.

Calon pegawai hanya akan mengatakan yang bagus-bagus di surat lamaran, dan hanya akan mengatakan apa yang ingin didengar pewawancara pada saat tes. Tidak akan ada calon pegawai yang mengatakan bahwa dia hobi party setiap akhir pekan atau punya asma akut yang kambuh setiap dua minggu. Jadi, bagaimana perusahaan bisa yakin mengenai siapa jati diri sebenarnya dari calon pegawai yang akan bergabung dengan perusahaannya, tentu saja dengan mengintip akun jejaring sosialnya.

70% Perusahaan menolak calon pegawai berdasarkan apa yang mereka lihat di akun jejaring sosial calon pegawai tersebut

Mungkin terdengar berlebihan bagi kita yang tinggal di Indonesia. Tapi hal ini sangat mungkin dilakukan oleh perusahaan yang akan menerima pegawai asing. Menerima pegawai asing adalah beban yang cukup besar bagi sebuah perusahaan. Selain kontrak kerja yang panjang (biasanya minimal dua tahun), biaya visa kerja yang tinggi, ada juga negara yang mewajibkan perusahaan menyediakan perumahan bagi pegawai asing.

Dengan tanggung jawab yang sangat tinggi, wajar apabila perusahaan menjadi sangat berhati-hati. Apabila berdasarkan timeline jejaring sosial menunjukkan indikasi bahwa calon pegawai tersebut sulit beradaptasi atau memiliki kepribadian yang sulit, kemungkinan besarnya adalah Ia akan ditolak.

53% Perusahaan menolak calon karyawan karena foto yang provokatif atau tidak pantas.

Rasanya, kebanyakan perusahaan tidak akan menolak calon pegawai karena ia mengenakan bikini (di pantai) atau rok mini (saat sedang hang out bersama taman-teman). Tetapi foto bugil, lingerie, pose ala bintang porno, apalagi adegan maaf seks, adalah a big no-no bagi perusahaan. Kenapa? Alasan utamanya adalah karena pornografi adalah ilegal di sebagian besar negara di dunia. Dan perusahaan tentu saja tidak mau terlibat dengan hal-hal yang ilegal.

Masih ingat kasus PeterPorn beberapa tahun yang lalu?, dimana video pribadi milik Ariel PeterPan tersebar di internet dan berakhir menyeret bukan saja orang-orang yang terlibat langsung dalam videonya, tapi juga perusahaan rekaman Ariel serta acara TV dan stasiun TV yang mengontrak Luna Maya dan Cut Tari. Hal seperti inilah yang tidak diinginkan perusahaan.

44% perusahaan menolak calon pegawai yang memiliki status berhubungan dengan minuman keras dan obat-obatan terlarang.

Selama idGeekGirls bergabung dengan para startup, kebanyakan dari pelaku startup adalah social drinker. 1-2 botol bir sebanyak 2-3 kali dalam seminggu adalah hal yang biasa. Bedakan dengan para peminum berat, sebagian besar social drinker tidak minum sampai mabuk. Para peminum berat biasanya hobi minum sampai mabuk, kalau orang lain foodstagram dia malah liquorstagram jatah minuman kerasnya hari itu. Apalagi kalau dengan bangga memajang foto diri sedang nge-ganja, aduh!.

Alasan utamanya lagi-lagi karena minuman keras ilegal di beberapa negara, dan obat terlarang ilegal hampir diseluruh negara di dunia. Kedua, minuman keras dan obat terlarang merupakan pelarian termudah dari stress. Dimana konsumsi rutin dengan jumlah yang besar karena stress akan dengan mudah berlanjut ke kecanduan. Pegawai yang sudah mengalami kecanduan minuman keras atau obat-obatan terlarang jelas akan merugikan dan membahayakan perusahaan.

35% Perusahaan menolak calon pegawai yang sering menjelek-jelekkan rekan kerja atau bos di tempat kerjanya terdahulu.

Suasana kerja tidak selalu menyenangkan. satu dua keluhan dan makian masih sangat dapat dipahami. Tapi memaki-maki rekan kerja atau mantan bos dengan kata-kata yang tidak pantas, apalagi kalau menyebutkan nama rekan kerja, bos dan perusahaan tempatnya bekerja, apalagi kalau dilakukan dengan sering sangatlah tidak dapat diterima.

Pertimbangan pertama adalah kesehatan mental dari calon pegawai sangatlah dipertanyakan. Apakah ia mudah stress, memiliki masalah anger management atau malah mungkin gangguan jiwa?. Kedua, sikapnya dapat membahayakan reputasi perusahaan. Reputasi yang jatuh dapat menyebabkan sebuah perusahaan jatuh. Apabila perusahaan tidak mampu bangkit kembali, bisa menyebabkan puluhan atau ratusan orang kehilangan pekerjaan. Tidak sepadan bukan?.

Jadi bagaimana caranya agar timeline jejaring sosial geekgals tetap menarik tapi aman buat perusahaan yang akan mempekerjakan geekgals?. Ikuti saja tips dari infografis berjudul “Should I Post This?” dibawah ini. Selamat update status 🙂

should i post this infographic_id geek girls blog

source: usabilitycounts.com

Related Post

sissy

a geek with a brain full of creative thoughts who loves tea, chihuahua, pop-punk music, doodle illustrations and writing.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UA-75327195-1